Electrical Hazard

Electrical Hazard bisa diartikan sebagai

  1. Kondisi berbahaya dimana seorang pekerja dapat melakukan kontak dengan peralatan atau konduktor yang dialiri listrik, yang memungkinkan pekerja tersebut celaka/ cidera karena sengatan listrik, atau;
  2. Kondisi yang daptat menyebabkan pekerja terkena luka dan cidera karena percikan bunga api, bakar, panas, atau, ledakan.

Cedera akibat melakukan kontak dengan listrik bisa dibilang relatif kecil. Walau demikian, bekerja di kondisi electrical hazard sangat berbahaya dan bisa berakibat fatal. Setiap pekerjaan di dekat peralatan energi dapat dilakukan jika ada langkah-langkah untuk memberikan perlindungan dari sengatan listrik dan terbakar. Dengan langkah-langkah keamanan yang memadai, setiap cedera listrik dan kematian dapat dicegah.

Secara garis besar, luka atau cidera yang disebabkan oleh listrik dapat dibagi menjadi 2, yaitu:

  • Sengatan Listrik (Electric Shock): arus listrik yang mengalir  melalui tubuh.
  • Percikan  Bunga Api (Arc Flash): pelepasan listrik yang disebabkan oleh busur listrik (electric arc).

Pengamanan (Proteksi)

Pekerja yang dihadapkan dengan situasi rawan electrical hazards harus menggunakan peralatan-peralatan tertentu sebagai proteksi dan perlindungan.
Kebutuhan pengamanan electrical hazard dapat dibagi menjadi berikut:

  1. Alat proteksi
  2. Pakaian
  3. Proteksi kepala
  4. Proteksi kaki
  5. Proteksi mata
  6. Proteksi pendengaran
  7. Proteksi sengatan listrik
  8. Proteksi percikan bunga api

Pencegahan

Kebanyakan kecelakaan listrik hasil dari salah satu dari tiga faktor berikut:

  1. Instalasi peralatan yang tidak benar
  2. Lingkungan kerja yang tidak aman
  3. Praktik kerja yang tidak aman

Beberapa cara untuk mencegah kecelakaan adalah melalui cara-cara seperti berikut:

  • Isolator
  • Mengisolasi setiap peralatan listrik yang digunakan akan membantu pencegahan terhadap bahaya electrical hazard.
  • Isolator seperti kaca, mika, karet, atau plastik yang digunakan untuk melapisi logam dan konduktor lain membantu menghentikan atau mengurangi aliran arus listrik.
  • Grounding
  • Grounding sistem listrik berarti sengaja menciptakan jalur resistansi rendah yang terhubung ke bumi.
  • Grounding dilakukan untuk mencegah penumpukan tegangan yang dapat menyebabkan kecelakaan listrik.
  • Alat Pelindung Listrik
  • Sirkuit proteksi alat listrik dapat membatasi atau menghentikan aliran secara otomatis jika terjadi kesalahan grounding, overload, atau hubung singkat dalam sistem kabel.
  • Perangkat  proteksi yang cukup dikenal adalah sekering, circuit breaker, ground-fault circuit interrupters, dan arc-fault circuit interrupters.
  • Praktik Kerja Aman
  • Kecelakaan listrik dapat dicegah melalui praktik kerja yang aman. Contoh praktek-praktek ini meliputi:
  1. Menghentikan/memutuskan peralatan listrik sebelum inspeksi atau perbaikan.
  2. Menjaga alat listrik tetap terjaga dengan baik.Meningkatkan kewaspadaan saat bekerja di dekat alat-alat daya.
  3. Menggunakan peralatan pelindung yang sesuai standar.
  • Selain dalam praktik kerja, pelatihan kepada pekerja juga perlu untuk mencegah kesalahan dalam menggunakan peralatan listrik.

Keamanan pada lingkungan kerja adalah penting karena setiap orang berhak untuk bekerja di lingkungan yang aman. Keselamatan dan kesehatan kerja akan menambah nilai pada tempat kerja dan diharapkan dapat mendorong inovasi, kreativitas, kinerja dan produktivitas yang lebih tinggi di lingkungan kerja.

PS: postingan ini saya ambil dari tugas presentasi kuliah saya. Jadi maaf kalau misalnya ada yang salah di tulisan ini. Sumber artikelnya saya sudah lupa semua hehe. Semoga bisa berguna, sekian dan terima kasih:)

Sumber:

Be. Believe.

Jumlah orang yang tidak percaya Tuhan / atheis di dunia mulai memprihatinkan, apalagi di saat seperti sekarang ini. Rasa penasaran dan prihatin membawa saya pada tulisan ini.

Roger Fields, seorang pendeta dan pimpinan Blitz Ministries, membuat sebuah tulisan di situs pribadinya: “Top 10 Reasons I am Not an Atheist”.

Berikut adalah kutipan dari tulisan tersebut:

Sepertinya jumlah orang atheis sekarang lebih banyak daripada dulu. Saya bukan salah satu dari mereka, dan ini lah beberapa alasannya.

  1. Tidak meyakinkan. Bagaimana seseorang bisa tahu bahwa Tuhan itu tidak ada, padahal para ilmuwan saja masih belum tahu pasti apa yang ada di dasar lautan.
  2. Tidak menginspirasi. Tidak ada orang atheis yang membuat saya ingin seperti mereka.
  3. Reputasi buruk. Terlalu banyak orang atheis yang buruk di mata saya. Adolph Hitler, Joseph Stalin, Mao Tse-tung and Pol Pot adalah contoh orang yang tidak percaya akan Tuhan.
  4. Munafik. Orang atheis berbicara tentang Tuhan lebih banyak daripada orang beragama. Di satu sisi mereka percaya, tapi saat sesuatu yang mereka anggap buruk terjadi mereka bilang Tuhan tidak adil.
  5. Skeptis terhadap ledakan. Teori big bang tidak menggugah saya. Dunia terlalu rumit untuk percaya bahwa dunia diawali dari ledakan. Iman pada Tuhan lebih masuk akal dibandingkan keyakinan terhadap ledakan.
  6. Teori evolusi tidak menjelaskan penciptaan. Jika benar kehidupan adalah hasil evolusi dari suatu organisme, dari mana organisme itu ada?
  7. Banyak orang yang saya kagumi adalah orang yang percaya pada Tuhan. Dari George Washington, Bunda Teresa, Albert Einstein, Sir Isaac Newton, Nicholas Copernicus, Galileo, Martin Luther King, Abraham Lincoln, Albert Schweitzer, bahkan Elvis Presley.
  8. Terlalu bebas. Atheis tidak harus merasa bertanggung jawab atas setiap perbuatan mereka. Tidak ada aturan.
  9. Sedikit kasar. Banyak orang atheis yang saya kenal bersifat kasar. Mungkin cuma orang yang saya kenal saja.
  10. Benarkah cuma ini? Saya kurang tertarik akan gagasan bahwa dunia, hanyalah dunia yang kita tempati saat ini. Tanpa Tuhan, tentu tidak masuk akal kalau ada dunia lain yang menunggu kita.

Begitulah kutipan dari tulisan tersebut. Tulisan ini adalah hasil dari terjemahan dan sedikit edit dari tulisan aslinya. Tulisan lengkapnya bisa dilihat disini.

Menurut saya rasa tulisan ini bagus, cukup menjawab, dan memberkati (bagi saya pribadi lho, apalagi pas zamannya suka “bertanya-tanya” hehe).

Tulisan ini bukan buat men-judge orang lho.

Tapi semoga bisa menjadi sebuah pencerahan hehe.

“Because you have seen Me, you have believed; blessed are those who have not seen and yet have believed.”- John 20:29 :)


Sumber: