Be. Believe.

Jumlah orang yang tidak percaya Tuhan / atheis di dunia mulai memprihatinkan, apalagi di saat seperti sekarang ini. Rasa penasaran dan prihatin membawa saya pada tulisan ini.

Roger Fields, seorang pendeta dan pimpinan Blitz Ministries, membuat sebuah tulisan di situs pribadinya: “Top 10 Reasons I am Not an Atheist”.

Berikut adalah kutipan dari tulisan tersebut:

Sepertinya jumlah orang atheis sekarang lebih banyak daripada dulu. Saya bukan salah satu dari mereka, dan ini lah beberapa alasannya.

  1. Tidak meyakinkan. Bagaimana seseorang bisa tahu bahwa Tuhan itu tidak ada, padahal para ilmuwan saja masih belum tahu pasti apa yang ada di dasar lautan.
  2. Tidak menginspirasi. Tidak ada orang atheis yang membuat saya ingin seperti mereka.
  3. Reputasi buruk. Terlalu banyak orang atheis yang buruk di mata saya. Adolph Hitler, Joseph Stalin, Mao Tse-tung and Pol Pot adalah contoh orang yang tidak percaya akan Tuhan.
  4. Munafik. Orang atheis berbicara tentang Tuhan lebih banyak daripada orang beragama. Di satu sisi mereka percaya, tapi saat sesuatu yang mereka anggap buruk terjadi mereka bilang Tuhan tidak adil.
  5. Skeptis terhadap ledakan. Teori big bang tidak menggugah saya. Dunia terlalu rumit untuk percaya bahwa dunia diawali dari ledakan. Iman pada Tuhan lebih masuk akal dibandingkan keyakinan terhadap ledakan.
  6. Teori evolusi tidak menjelaskan penciptaan. Jika benar kehidupan adalah hasil evolusi dari suatu organisme, dari mana organisme itu ada?
  7. Banyak orang yang saya kagumi adalah orang yang percaya pada Tuhan. Dari George Washington, Bunda Teresa, Albert Einstein, Sir Isaac Newton, Nicholas Copernicus, Galileo, Martin Luther King, Abraham Lincoln, Albert Schweitzer, bahkan Elvis Presley.
  8. Terlalu bebas. Atheis tidak harus merasa bertanggung jawab atas setiap perbuatan mereka. Tidak ada aturan.
  9. Sedikit kasar. Banyak orang atheis yang saya kenal bersifat kasar. Mungkin cuma orang yang saya kenal saja.
  10. Benarkah cuma ini? Saya kurang tertarik akan gagasan bahwa dunia, hanyalah dunia yang kita tempati saat ini. Tanpa Tuhan, tentu tidak masuk akal kalau ada dunia lain yang menunggu kita.

Begitulah kutipan dari tulisan tersebut. Tulisan ini adalah hasil dari terjemahan dan sedikit edit dari tulisan aslinya. Tulisan lengkapnya bisa dilihat disini.

Menurut saya rasa tulisan ini bagus, cukup menjawab, dan memberkati (bagi saya pribadi lho, apalagi pas zamannya suka “bertanya-tanya” hehe).

Tulisan ini bukan buat men-judge orang lho.

Tapi semoga bisa menjadi sebuah pencerahan hehe.

“Because you have seen Me, you have believed; blessed are those who have not seen and yet have believed.”- John 20:29 :)


Sumber: